Siaran langsung Debat Calon Presiden Amerika Senator John McCain dan Barak Obama dari Oxford, Mississippi State hari ini disaksikan bersama di kampus UH, yaitu diSinclair Library’s Commons dalam Learning Area Tiga dan Campus Center. Terlihat beberapa mahasiswa dan staf UH serius menyaksikannya jalannya perdebatan yang berlangsung selama 1 jam lebih ini. Sesekali para penonton tertawa mendengarkan adu argumen kedua calon presiden dalam isu yang terkait dengan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri. Tapi secara umum, sebagaimana dilaporkan oleh CNN, tidak ada isu yang diangkat dalam perdebatan oleh kedua pihak yang cukup signifikan dan bisa melahirkan 'pukulan-pukulan mematikan' dari salah satu pihak. Isu dan argumen yang diangkat belum sampai pada hal-hal yang benar-benar baru dan signifikan.Friday, September 26, 2008
Debat Calon Presiden Amerika: Nonton Bersama di Campus Center Hari ini
Siaran langsung Debat Calon Presiden Amerika Senator John McCain dan Barak Obama dari Oxford, Mississippi State hari ini disaksikan bersama di kampus UH, yaitu diSinclair Library’s Commons dalam Learning Area Tiga dan Campus Center. Terlihat beberapa mahasiswa dan staf UH serius menyaksikannya jalannya perdebatan yang berlangsung selama 1 jam lebih ini. Sesekali para penonton tertawa mendengarkan adu argumen kedua calon presiden dalam isu yang terkait dengan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri. Tapi secara umum, sebagaimana dilaporkan oleh CNN, tidak ada isu yang diangkat dalam perdebatan oleh kedua pihak yang cukup signifikan dan bisa melahirkan 'pukulan-pukulan mematikan' dari salah satu pihak. Isu dan argumen yang diangkat belum sampai pada hal-hal yang benar-benar baru dan signifikan.Thursday, September 25, 2008
Catatan Kecil dari Global Roundtable-Indonesia Hari ini
Global Rountable perdana digelar hari ini Selasa, 25 September 2008, pukul 12.00-1.15 di Kuykendall 106 dengan fokus Indonesia. Tujuan utama Rountable ini bagi UH adalah untuk lebih memahami berbagai kegiatan penelitian, pengajaran staf dan mahasiswa guna melihat kemungkinan membangun jaringan yang lebih bermakna dan bermafaat.
Ada beberapa hal-hal yang dapat saya tangkap dari acara ini. (1) University of Hawaii punya keinginan dan kepentingan besar untuk menjadi kiblat studi Asia dan Pasifik, termasuk Asia Tenggara; (2) Ada isu budaya birokrasi antara beberapa pihak Indonesia dan UH yang selama ini pernah menjaring kerja sama dengan UH. UH ingin memiliki ikatan kerjasama dalam bentuk konkrit, bukan hanya sekedar tandatangan di atas sehelai kertas yang tidak memiliki dampak aksi riil antar kedua pihak; (3) UH punya ketertarikan untuk lebih banyak eksis dalam kajian masyarakat Muslim di Asia Tenggara, khususnya Indonesia; dan (4) Ikatan kerja sama antara UH dan Indonesia masih tergolong sangat lemah sehingga perlu ada langkah strategis dari kedua
belah pihak. Kerjasama yang ada selama ini masih lebih banyak terjadi pada tingkat inisiatif personal, belum ada dukungan politik secara kolektif.
Untuk mewujudkan kondisi seperti di atas, saya pikir, perlu kajian dan persiapan datang, tidak bisa hanya dengan mengandalkan kunjungan sesaat dan mendadak dari beberapa pejabat Indonesia. Mungkin dari sini terbayang pentingnya memiliki pusat kajian Indonesia dari berbagai aspek dalam lingkungan UH. Salah satu peserta Rountable dari Department of Engeneering menawarkan keinginannya untuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Ada beberapa hal-hal yang dapat saya tangkap dari acara ini. (1) University of Hawaii punya keinginan dan kepentingan besar untuk menjadi kiblat studi Asia dan Pasifik, termasuk Asia Tenggara; (2) Ada isu budaya birokrasi antara beberapa pihak Indonesia dan UH yang selama ini pernah menjaring kerja sama dengan UH. UH ingin memiliki ikatan kerjasama dalam bentuk konkrit, bukan hanya sekedar tandatangan di atas sehelai kertas yang tidak memiliki dampak aksi riil antar kedua pihak; (3) UH punya ketertarikan untuk lebih banyak eksis dalam kajian masyarakat Muslim di Asia Tenggara, khususnya Indonesia; dan (4) Ikatan kerja sama antara UH dan Indonesia masih tergolong sangat lemah sehingga perlu ada langkah strategis dari kedua
belah pihak. Kerjasama yang ada selama ini masih lebih banyak terjadi pada tingkat inisiatif personal, belum ada dukungan politik secara kolektif.
Untuk mewujudkan kondisi seperti di atas, saya pikir, perlu kajian dan persiapan datang, tidak bisa hanya dengan mengandalkan kunjungan sesaat dan mendadak dari beberapa pejabat Indonesia. Mungkin dari sini terbayang pentingnya memiliki pusat kajian Indonesia dari berbagai aspek dalam lingkungan UH. Salah satu peserta Rountable dari Department of Engeneering menawarkan keinginannya untuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Saturday, September 13, 2008
Ibu Barak Obama 'Hadir' dalam Diskusi tentang Disertasinya
Rangkaian acara seminar Fall 2008 Department of Women Studies, Universitas Hawaii dibukan dengan menghadirkan topik DR. Stanley Ann Dunham: An Extraordinary Woman and Her Work. Acara yang sedianya dilaksakan di salah satu ruangan dengan daya tampung 20 orang partisipan di Saunder Hall ini, karena banyaknya peminat, terpaksa dipindahkan ke gedung Business Administration yang dapat menampug kurang lebih 100 perserta. Sebelum acara dimulai, peserta sudah memenuhi ruangan sehingga harus ada yang berdiri karena tidak mendapatkan kursi.
Acara yang sempat dihadiri oleh Maya Soetoro, adik Barak Obama ini, diisi oleh tiga orang pembicara, yaitu Alice Dewey (UHM anthropology), Nancy Cooper (UHM anthropology), and Bron Solyom (Jean Charlot Collection at UHM Library). Alice Dewey adalah pembimbing utama ibu Obama saat menyelesaikan disertasinya di UH dengan judul "Peasant blacksmithing in Indonesia: surviving and thriving against all odds" [Tukang Besi di Indonesia: Hidup dan Perjuangan Melawan Tantangan]. Sedangkan Nancy dan Bron adalah dua orang teman Stanley Ann Dunham semasa hidupnya. Ketiga pembicara banyak berbicara tentang sosok dan kepribadian ibu Obama. Mereka sepakat bahwa ibu Obama adalah seorang pekerja keras, suka membantu orang lain dan tidak kenal kata menyerah dalam menggapai cita-cita, termasuk mendidik dan mengankat derajat dan kelas keluarganya.
Beberapa mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang turut memeriahkan acara ini sempat berbincang-bincang dengan adik Obama yang sangat lancar berbahasa Indonesia, Maya Soetoro, yang sendang sibuk berkampanye untuk memenangkan sang Kakak merai kursi kepresidenan Amerika Serikat.
Sekedar untuk diketahui, berkat ide dan kerja saudara Teguh Santoso, ketua Permias-Hawaii 2007-08, karya disertasi ibu Obama ini akan segera diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh salah satu percetakan nasional di Indonesia.
Labels:
Barak Obama,
Maya Soetoro,
Stanley Ann Dunham
Thursday, September 11, 2008
Nusantara Society & Indonesian Club Turut Memeriahkan RIO Fair 2008
Nusantara Society & Indonesian Club turut meramaikan kegiatan RIO (Registered Independent Organizations) Fair di Campus Center Universitas Hawaii, Manoa, guna memperkenalkan diri kepada masyarakat kampus, khususnya mereka yang memiliki minat pada studi keindonesiaan. Kali ini, tidak kurang dari 30 organisasi independen ikut ambil bagian dalam event yang rutin diadakan pada awal tahun ajaran UH.
Subscribe to:
Comments (Atom)
